Dragon Fruit

Di Cina kuno, buah naga dianggap membawa berkah, sehingga ditaruh di antara dua ekor naga hijau untuk dipersembahkan kepada dewa.

Dipercaya semua dragon fruit di Hawaii brasal dari sekolah Punahou, sehingga nama Hawaii buah ini adalah paniniokapunahou (kaktus Punahou).

Nama latin dragon fruit, Hylocereus, berasal dari kata cera, berarti lilin atau mirip obor, mengacu pada bentuk buahnya.

Bunga tanaman dragon fruit disebut moonflower atau lady of the night, karena berukuran besar & hanya berbunga pada malam hari.

Dragon fruit telah ada dlm catatan bangsa Aztec sejak abad ke-13. Buahnya dikenal dengan nama pitaya atau pitahaya.

Perkembangan dragon fruit sangat pesat di Indonesia. Dalam 10 tahun, kebunnya di Indonesia capai 420 ha, dulu 3 ha.

Produsen utama buah naga dunia adalah Nikaragua (Amerika), Vietnam (Asia Tenggara), & Israel (jazirah Arab).

Buah naga adalah jenis kaktus tropis. Tidak terlalu tahan di udara gurun, tetapi punya efisiensi penggunaan air yg sangat baik.

Ada 2 jenis kaktus, climbing cacti yg memiliki sulur & columnar cacti yang batangnya tumbuh ke atas. Dragon fruit termasuk climbing cacti.

Tak hanya berdaging putih dan berkulit merah, buah naga juga memiliki varietas dengan daging buah merah dan kulit kuning berdaging putih.